Beranda > Berita Muslimah > Amnesty International: Turki Langgar Kebebasan Beragama Terkait Larangan Jilbab

Amnesty International: Turki Langgar Kebebasan Beragama Terkait Larangan Jilbab


Amnesty International mengatakan dalam sebuah laporan terbarunya yang menyoroti diskriminasi yang meningkat yang dihadapi oleh umat Islam di negara-negara Eropa bahwa Turki melanggar kebebasan beragama dan kebebasan berekspresi dengan menerapkan larangan jilbab dan simbol keagamaan lainnya di perguruan tinggi.

“Dengan mempertahankan kebijakan dan peraturan mengabadikan larangan umum atas jilbab dan simbol agama, budaya lain serta pakaian dalam pendidikan tinggi, Turki melanggar hak atas kebebasan agama atau kepercayaan dan ekspresi warga yang dengan bebas memilih untuk mewujudkan keyakinan agama atau budaya mereka. Siswa dewasa dikeluarkan dari pendidikan tinggi hanya karena mereka memakai simbol-simbol agama dan mengalami diskriminasi atas dasar agama atau kepercayaan mereka dalam akses terhadap pendidikan,” tulis laporan yang berjudul “Choice and prejudice: Discrimination against Muslims in Europe.”

Menyatakan bahwa tradisi sekuler kuat yang didirikan di Turki, sebuah negara mayoritas Muslim, dari berdirinya Republik Turki telah mengakibatkan pembatasan pemakaian bentuk-bentuk khusus pakaian agama dan budaya, khususnya jilbab dalam pendidikan, laporan itu menekankan bahwa di bawah hukum internasional, negara harus netralitas dan sekularisme bukan alasan yang sah untuk memberlakukan pembatasan terhadap pelaksanaan hak atas kebebasan beragama atau kepercayaan dan kebebasan berekspresi.

Mengingat bahwa larangan jilbab di pendidikan tinggi dilaksanakan saat ini sesuai dengan posisi masing-masing administrasi universitas, banyak universitas menerapkan pelaksanaan larangan pada tahun 2010, laporan ini mencatat bahwa pembatasan tersebut memiliki dampak yang tidak proporsional pada siswa perempuan dan karena itu juga merupakan tindakan diskriminatif atas dasar gender.

“Sehubungan dengan dampak dari pembatasan terhadap perempuan, Komite PBB tentang Penghapusan Diskriminasi terhadap Perempuan (Komite CEDAW) telah menyatakan keprihatinan tentang ketiadaan informasi terkait dan data dalam beberapa bidang kehidupan, termasuk jumlah perempuan berjilbab yang dikeluarkan dari sekolah dan universitas,” lapor Amnesty International. (fq/cihan)

Eramuslim

Kategori:Berita Muslimah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: