Beranda > Fiqh Thaharah > Antara Air Susu Ibu dan Gizi

Antara Air Susu Ibu dan Gizi


Sobat siroh…

Kali ini kita mulai mempelajari tahap demi tahap urutan Nabi kita belajar. Pesan tersirat yang dialui Nabi Muhammad shallalahu alaihi wa sallam dari awal kelahirannya sampai beliau kembali pada Sang Khaliq, merupakan rencana Allah yang bisa kita renungi dan kita ikuti. Berawal saat Nabi kita disusui oleh seorang wanita dari Bani Saad. Bani saad, adalah wilayah yang salah satu kebiasaan penduduknya, kaum wanita khususnya memberikan penawaran kepada masyarakat Mekkah untuk menjadi ibu susuan.

Skenario perjalanan hidup Nabi pun tampak dengan jelas. Semua wanita Bani Saad yang menawarkan diri untuk menjadi ibu susuan pastilah mencari orang-orang kaya yang mempunyai anak kecil untuk di susui. Namun, seorang wanita bernama Halimatu Sa’diah diarahkan oleh Allah untuk menjadi ibu susuan Nabi.

Pada saat itu, keluarga Nabi bukanlah tergolong orang-orang kaya yang diharapkan oleh wanita-wanita Bani Saad. Begitulah cara Allah menjaga Nabi untuk bisa diberikan ASI dari seorang Halimatu Sa’diah.

Sobat siroh..

Mari kita pelajari lebih dalam lagi tentang peran ASI pada seorang NABI. Kebiasan masyarakat Quraisy yang menyusukan anak-anak mereka kepada para wanita-wanita daerah pedalaman, tidak terkecuali Aminah ibunda Nabi yang menyerahkan Muhammad kecil kepada Halimah Sa’diah untuk di susui memberikan inspirasi bagi kita tentang sejauh mana peran ASI pada proses kehidupan manusia. Kita bisa juga menyebut, peran ASI pada pembangunan karakter. ASI secara langsung membantu proses pembentukan struktur tubuh manusia. Karena itulah pemberian ASI dilakukan dari mulai lahir sampai berusia dua tahun.

Sobat siroh…

Penelitian menunjukkan, bayi yang diberi ASI secara khusus terlindung dari serangan penyakit sistem pernapasan dan pencernaan. Hal itu disebabkan zat-zat kekebalan tubuh di dalam ASI memberikan perlindungan langsung melawan serangan penyakit. Sifat lain dari ASI yang juga memberikan perlindungan terhadap penyakit adalah penyediaan lingkungan yang ramah bagi bakteri ”menguntungkan” yang disebut ”flora normal”. Keberadaan bakteri ini menghambat perkembangan bakteri, virus dan parasit berbahaya. Tambahan lagi, telah dibuktikan pula bahwa terdapat unsur-unsur di dalam ASI yang dapat membentuk sistem kekebalan melawan penyakit-penyakit menular dan membantunya agar bekerja dengan benar. ( C. Billeaud, et al., European Journal of Clinical Nutrition, 1997,).

Sobat siroh…

Ternyata kekebalan tubuh dari penyakit datang dari ASI. Dahsyat, ASI merupakan cairan yang ajaib. Dan bukan tanpa alasan ketika masyarakat Quraisy lebih memilih ASI dari wanita-wanita Bani Sa’ad. Disamping pola makan mereka yang sehat dan masih alami, kebiasaan dan kehidupan mereka yang akrab dengan lingkungan turut meningkatkan kualitas ASI mereka. Sekali lagi bukan secara tiba-tiba Allah menyiapkan seorang Nabi untuk dijadikan teladan kita. Bermula dari ASI struktur dan karakter seorang Nabi pun terbentuk. Fisik yang prima dan imun terhadap penyakit merupakan modal besar seorang pengemban risalah yang waktu siaganya jauh lebih besar ketimbang waktu istirahatnya. Dan itu terbukti, Nabi tidak pernah sakit kecuali hanya beberapa kali saja seumur hidupnya.

Lalu apa yang bisa kita pelajari dari Nabi ? Jikalau Sobat Siroh menjadi seorang ibu dan ayah yang sedang mendapatkan kebahagiaan seorang anak. Maka sudah pasti jagalah ASI anaknya. Jikalau sobat siroh adalah seorang anak dan remaja yang sudah tidak lagi minum ASI. Apakah harus minta ASI lagi? Ups, pasti tidak kan..

Sobat siroh…

Usul Kak Dodo, mari kita kaji unsur yang terdapat pada ASI. Walaupun menurut Harun Yahya dalam tulisannya, kualitas ASI tidak ada yang dapat mengalahkannya dari susu-susu yang lain, minimal kita bisa melanjutkan kembali unsur yang bermanfaat pada ASI dengan gizi-gizi yang lain. Makanya, tulisan ini bertema antara ASI dan gizi.

Sobat siroh…

Berkacalah pada Nabi, agar kualitas karakter kita semakin terbangun. Ketika Nabi bertambah usianya dan sudah tidak lagi minum ASI, Nabi melanjutkan kebiasaan minum susunya dengan meminum susu dari hewan yang biasa ia gembalakan. Nabi meminum susu lanjutan yakni susu kambing. Kelanjutan Nabi meminum susu kambing diperkuat oleh penelitian yang tercatat dalam website LPPM IPB. Berikut kutipannya :

“Dari hasil penelitian yang dilakukan oleh Ribadeau Dumas et al. disimpulkan bahwa struktur molekuler susu kambing berbeda dengan susu sapi, demikian juga dengan kasein susunya. Dinyatakan bahwa selain laktalbumin, berbagai fraksi protein susu kambing berbeda dengan susu sapi. Hal ini kemungkinan besar merupakan penjelasan yang dapat digunakan untuk menjawab mengapa bayi yang tidak toleran terhadap susu sapi masih toleran dengan susu kambing. Susu kambing juga memiliki “curd tension” yang lebih rendah jika dibandingkan dengan susu sapi perah FH dan Jersey (36, 52 dan 78). Hal ini diduga sebagai penyebab mengapa daya cerna susu kambing lebih baik jika dibandingkan dengan susu sapi.” (LPPM IPB)

Nah, sobat siroh semakin jelas Nabi memberikan pesan hidup untuk kita anak Indonesia. Jikalau gizi ini terpenuhi sesuai dengan cara Nabi, bermula dari ASI karakter diri akan terbentuk sejak dini. Wallahu ‘alam. (Kak Dodo)

Kategori:Fiqh Thaharah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: