Beranda > Fiqh Thaharah > Beberapa Teknik dan Cara Melahirkan

Beberapa Teknik dan Cara Melahirkan


Mungkin selama ini kebanyakan orang hanya tau cara melahirkan seperti di sinetron-sinetron. Ibu tiduran dikasur trus ngeden sekuat-kuatnya , kemudian si bayi lahir ke dunia. Namun bagi ibu yang tidak bisa melahirkan dengan cara ngeden, sebenarnya ada beberapa cara lain untuk melahirkan. Berikut saya jelaskan beberapa cara tersebut:

 

CAESAR

Cara lahir ini cukup terkenal dan disebelin sama ibu-ibu. Udah mahal, sakit pula. Biasanya lahiran dengan cara ini harus dengan alasan-alasan tertentu. Misalnya ukuran bayi besar yang kemungkinan sulit dilahirkan normal dan banyak lagi indikasi lainnya. Namun jaman sekarang banyak orang yang melakukan operasi Caesar karena ‘pengen ajah’. Proses operasi Caesar tidak begitu lama. Cuma belek perut, terus keluarin bayi. Memang tidak sesimple itu, tapi kurang lebih prosesnya begitu. Teknologi sekarang pun sudah semakin canggih. Si ibu dalam kondisi sadar saat dioperasi tanpa merasa sakit. Tapi setelah operasi si ibu harus menahan sakit yang (katanya) luar biasa pada luka jahitan. Selain itu ibu tidak boleh punya anak dulu setelah minimal 5 tahun kemudian, karena dikhawatirkan jika hamil lagi kurang dari kurun waktu tersebut, jahitan akan rusak dan robek kembali.

 

WATER BIRTH

Sebenernya melahirkan cara ini tergolong persalinan normal. Pake acara ngeden-ngeden. Cuma bedanya sama persalinan biasa, persalinan ini dilakukan dalam wadah/bak air. Cara ini sekarang lagi ngetop, banyak ibu yang memilih melahirkan dengan cara ini. Air dalam wadah/bak diatur suhunya, sesuai suhu terbaik untuk bayi. begitu bayi lahir tidak perlu khawatir bayi akan kelelep dan tenggelam. Bayi justru merasa masih seperti di dalam perut (kan di perut bayi juga dalam air ketuban), bayi pun masih bisa mendapat oksigen dari tali pusat. Persalinan seperti ini memiliki keuntungan yakni, ibu menjadi lebih rileks dan menurut kata para ahli, bayi dengan water birth IQ-nya bisa lebih tinggi.

 

EKSTRAKSI CUNAM (FORCEPS)

Melahirkan dengan cara mencongkel sisi kepala bayi dengan alat yang disebut forceps. Alatnya serupa alat untuk mengambil gorengan atau alat untuk mengambil es cream, kurang lebih cara kerjanya begitu. Biasanya cara ini dilakukan bila ibu tidak bisa mengedan atau memang tidak diperbolehkan mengedan. Seperti pada kasus tekanan darah tinggi pre eklamsi atau eklamsi yang dikhawatirkan jika mengedan akan menyebabkan kebutaan dan kejang. Pemakaian alat ini otomatis akan memperlebar jalan lahir, dan memperbanyak luka ahitan pada ibu serta menyebabkan trauma pada kepala bayi.

 

VACUUM

Bukan vacuum cleaner, bukan. Tapi cara kerjanya tidak jauh beda. Pernah nonton 3 idiots? Di film itu diperlihatkan cara melahirkan dengan vacuum. Biasanya cara ini dipakai jika si ibu tidak kuat untuk mengedan (lemas) atau memang tidak diperbolehkan mengedan. Sederajat dengan forceps. Alat sedot seperti penyedot WC di tempelkan ke kepala janin, kemudian tekanan vacuum di atur sedemikian rupa sehingga bayi bisa ditarik keluar. Penggunaan alat ini harus hari-hati, jika tekanan terlalu kuat bisa terjadi pembengkakan pada kepala bayi.

Sebaiknya kelahiran bayi direncakan dari jauh-jauh hari. Disarankan melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin. Seandainya jika terdeteksi kelainan dan mengharuskan di operasi Caesar, biaya bisa dipersiapkan lebih awal.

Kategori:Fiqh Thaharah
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: