Arsip

Archive for the ‘Fiqh Jihad’ Category

Jihad Para Ibu Dalam Pandangan Islam


Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan fihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada ayahnya. Jadi ibaratnya keharusan menghormati dan berbuat baik seorang anak kepada ibunya sepatutnya lebih banyak tiga kali lipat daripada penghormatan dan perilaku baiknya terhadap sang ayah.

أَخْبَرَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَقَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ

Bahaz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbuat kebaikan?. Beliau bersabda: “Ibumu.” Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: “Ibumu.” Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: “Ibumu.” Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: “Ayahmu, lalu yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi) Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Jihad

Hukum Jihad Bagi Wanita


Ada beberapa pendapat para ulama’ tentang hukum para wanita turut berjihad di medan perang. Berikut beberapa pendapat tersebut dan kesimpulannya yang kami ambil dari kitab Al Umdah Fi I’dadil Uddah karangan Syaikh Abdul Qodir bin Abdul Aziz dan Ittihaful Ibaad fi Fadhoo-ilil Jihad karangan Syaikh Abdulloh Azzam.
Saya katakan: “Dan apa yang telah disebutkan oleh para tokoh Fuqoha’ (Ahli Fiqh) tentang kewajiban jihad fardhu ain bagi seorang wanita, di dalamnya perlu ada yang dikaji. Sebagian orang mengira bahwa masalah ini telah disepakati oleh para ulama’ atau itu adalah pendapat jumhur (kebanyakan) para fuqoha’, padahal permasalahannya tidak seperti itu.
Orang-orang yang berpendapat akan wajibnya jihad bagi seorang perempuan pada kondisi-kondisi jihad yang fardhu ain. Mereka mengambil pendapat ini dari al qoidah al fiqhiyah al qodhiyah (kaedah fiqh qodhiy) bahwa kewajiban-kewajiban yang bersifat fardhu ain adalah wajib bagi setiap muslim yang mukallaf (mendapat beban syareat) yaitu (aqil baligh) tanpa membedakan antara laki-laki dan wanita. Sebagaimana dinukil dari Al Kasaaniy dari kalangan Ahnaf (Hanafiyah), dan Ar Romaliy dari kalangan Asy Syafi’iyyah. Namun nash-nash syar’iy yang khusus menyebutkan tentang jihad wanita berbeda dengan kaidah ini dan wajib mengambil nash-nash tersebut. Secara detailnya sebagai berikut: Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Jihad
%d blogger menyukai ini: