Arsip

Archive for the ‘Fiqh Thaharah’ Category

Infeksi Saluran Kemih


Ketika Urin Tercemar Kuman

Berkemih (buang air kecil) merupakan salah satu kegiatan biologis yang senantiasa kita alami setiap harinya. Untuk itu, permasalahan sekecil apapun yang mengganggu proses berkemih pasti cukup merisaukan. Salah satunya yang cukup sering kita dengar atau bahkan kita alami sendiri adalah infeksi saluran kemih. Apa saja gejalanya dan bagaimana mengatasinya, akan kita bahas pada kesempatan kali ini.

Mengenal Infeksi Saluran Kemih

Istilah Infeksi Saluran kemih atau sering disingkat dengan istilah “ISK” biasanya mengacu pada sistitis (infeksi bakteri pada kandung kemih), tetapi bisa digunakan untuk mengistilahkan infeksi manapun pada saluran kemih, dari ginjal sampai uretra (saluran yang menyalurkan air seni/urin dari kandung kemih keluar). Penyebab ISK bisa beragam, tapi yang paling banyak adalah bakteri seperti Escherichia Coli. Penyebab lain misalnya virus, jamur, atau parasit seperti Chlamydia. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Thaharah

Akhwat Bau Badan? Tidaak!


Muslimahzone.com –  YANG namanya perempuan, pasti selalu saja ingin tercium wangi. Atau paling tidak, malu diri jika badan mengeluarkan bau yang tidak segar. Istilahnya, jika pun tidak wangi, paling tidak jangan sampe deh si bau badan (BB) yang lebih banyak tercium sama orang lain. Masa akhwat badannya bau?

Sebenarnya mesti kita pahami jika semua orang, jadi termasuk akhwat juga, tubuhnya akan mengeluarkan keringat yang ala kuli haal, inilah yang membuat tubuh jadi bau. Solusi instan yang sekarang ini terjadi adalah: memakai parfum. Dan ala kuli haal juga, jika parfum dengan wanita sudah diklaim menjadi bagian yang tidak terpisahkan. He he he, kemakan iklan ya?

Tidak percaya? Selangkah saja kita keluar rumah,  di jalan, di pasar, di sekolah, di tempat kerja, bakalan dengan mudah hidung kita mencium wewangian parfum. Dari yang dijual dengan harga di bawah sepuluh ribu rupiah sampai ratusan ribu, bahkan ada yang mencapai jutaan rupiah. Sebagian besar dari kita sepertinya sudah tahu seperti apa hukum memakai parfum itu. Tapi mungkin tidak ada salahnya kita kulik lebih dalam lagi. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Thaharah

Peduli Gizi bagi Muslimah, Dimulai Sejak Sekarang


dakwatuna.com – ‘Wanita itu tiang negara, apabila wanita itu baik maka baiklah negara itu dan apabila wanita itu rusak, maka rusaklah negara itu.

Mungkin sepenggal kalimat di atas sering kita dengar atau bahkan sudah mengakar dan sebagian orang menjadikannya sebagai prinsip. Ya, itulah istimewanya kaum wanita. Sebelum emansipasi (yang belum kebablasan tentunya) telah digaungkan oleh R.A. Kartini, sebenarnya porsi dan keharusan kaum wanita dalam menuntut ilmu telah ada sejak masa Rasulullah SAW. Tentunya konteks yang ditekankan bukan untuk bersaing terhadap kaum pria. Kaum wanita, sebagai calon ibu, memiliki kewajiban terhadap ilmu karena alam yang secara langsung memberi tugas mulia itu kepada wanita, yakni sebagai pendidik manusia pertama-tama.

Secara alamiah, wanita (pandangan di sini muslimah) menginginkan setiap keturunannya menjadi generasi yang unggul. Tentunya dalam pencapaian cita-cita mulia ini muslimah perlu prepare dalam beberapa hal. Sesuai dengan tawazunitas diri manusia yang terdiri dari jasad, akal, dan ruhiyah, penanaman nilai keseimbangan ini perlu dilakukan ketika mendidik seorang anak bahkan ketika masih dalam kandungan. Ketika seorang bayi lahir, kecenderungan seorang ibu adalah memberi porsi pada keadaan jasadiyah sang anak. Jika hal ini umum dilakukan, maka perlu ada strategi dalam pemenuhan kebutuhan ini. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Thaharah

Nutrisi Khusus Perempuan


Anda pernah menyaksikan berita bayi yang baru lahir namun tanpa batok kepala, bayi lahir dengan berat kurang atau bahkan bayi yang meninggal karena lahir kurang umur (prematur)? Tidak hanya itu, ada juga bayi-bayi yang mengalami obesitas, sehingga mengalami gangguan nafas serta perkembangan motoriknya terganggu. Bisa jadi semua berita itu hadir ditengah-tengah kehidupan Anda. Bisa tetangga, teman atau keluarga terdekat. Semua berita tentang bayi-bayi tersebut sangat memprihatinkan. Jika diteliti lebih dalam nutrisi menjadi salah satu penyebab bayi-bayi yang cacat tersebut. Gizi sang Ibu ketika masa kehamilan sangat mempengaruhi pertumbuhan janin dalam kandungan. Juga mempengaruhi stamina tubuh Ibu dan kualitas ASI disaat nifas dan menyusui.

Peduli terhadap kesehatan dan makanan bergizi ketika akan menjadi Ibu adalah hal yang biasa (karena memang seharusnya demikian toh). Namun ketika Anda peduli terhadap kesehatan tubuh dan mulai memperhatikan asupan makanan sehat  saat Anda belum menyusui si kecil, saat belum tumbuh janin dalam perut, dan saat pernikahan belum Anda jalani, adalah hal yang luar biasa. Sahabat, kualitas sel telur, janin dalam kandungan, kondisi kesehatan kita selama hamil dan melahirkan sangat bergantung pada status kesehatan dan nutrisi Anda saat ini. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Thaharah

Nilai Keperawanan Dalam Islam


Dalam sebuah riwayat dikatakan, ketika seorang sahabat yang masih bujangan itu ingin menikah apa yang ditanya Rasulullah padanya? Apakah ia perawan atau janda? Jawab sahabat tersebut ”Sudah janda “, Apa jawab Rasulullah ketika itu? Kenapa tidak kamu nikahi yang masih perawan, agar bisa kamu mainkan.”

Drs. H. Seproni Hidayat, dosen STAI Yamisa Soreang mengatakan, sesungguhnya banyak hadits Nabi Muhammad saw yang menegaskan pentingnya makna keperawanan bagi seorang gadis hingga Nabi Muhammad mewanti-wanti kaum pria untuk lebih condong memilih perawan.

Anjuran Nabi Muhammad untuk lebih memprioritaskan menikahi gadis perawan meski tidak melarang untuk menikahi janda, menurut Seproni, bisa diartikan sebagai upaya ajaran Islam lebih melindungi kaum wanita dari perbuatan zina. “Selain itu, dengan menikahi gadis yang masih perawan juga timbul gairah bagi pasangannya sekaligus menghilangkan prasangka negatif terhadap perempuan yang menjadi jodohnya,” jelasnya. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Thaharah

Nifaq, Watch Out !


dakwatuna.com – Sebagai umat Islam, tentu sudah selayaknya mengenal Kitab Sucinya. Salah satu surat di dalamnya yang insya Allah semua umat Islam mengenalnya adalah surat Al-Baqarah. Karena memang surat ini terletak di bagian awal dari Al-Quran, yaitu setelah surat Al-Fatihah. Sehingga kalaupun ada dari umat Islam yang jarang membaca Al-Quran, paling tidak sudah pernah membaca surat Al-Baqarah.

Sedikit bertadabbur ayat-ayat pertama dari surat ini. Yaitu ayat 1 – 20. Ternyata, ayat 1 sampai ayat 20 ini adalah pembukaan secara global. Dimana isinya adalah tentang pembagian golongan manusia menjadi 3 golongan. Demikianlah pendapat Ibnu Abbas.

1. Mukmin. Dijelaskan pada ayat 1-5

“Alif laam miim. Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Dan mereka yang beriman kepada kitab (Al Quran) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-Kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka Itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Rabb mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.” Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Thaharah

Menjelang Kelahiran si Jabang Bayi


Ketika menjelang kelahiran si jabang bayi, kebanyakan ibu sudah percaya diri dengan keadaan dirinya dan bayinya dalam keadan sehat. Namun banyak ibu yang kurang beruntung yang mendapati kondisi yang kurang baik pada dirinya ataupun janinnya, yang menyebabkan si ibu tidak dapat melahirkan secara normal. Keadaan seperti ini biasanya timbul akibat si ibu yang kurang menjaga kesehatan, jarang periksa hamil dan tidak pernah melakukan USG. Berikut dijabarkan beberapa kendala yang kerap datang menjelang kelahiran tersebut.

 

Kelainan-kelainan Pada Proses Melahirkan

PRE-EKLAMSI
Bahasa awamnya, tekanan darah atau tensi tinggi. Seorang ibu dinyatakan Pre-eklamsi jika tekanan diastole darah lebih dari 90, terdapat kadar protein dalam urine dan mengalami bengkak/oedem pada tubuh (muka, tangan atau kaki). Bila tidak segera di atasi, dapat menyebabkan keadaan Eklamsi, yakni kejang yang dapat menyebabkan kematian atau kerusakan syaraf. Biasanya, jika kondisi tidak membaik setelah diberi obat, si ibu tidak diperkenankan untuk melahirkan normal (dengan cara mengedan), karena dapat menyebabkan kebutaan pada ibu. Baca selanjutnya…

Kategori:Fiqh Thaharah
%d blogger menyukai ini: